Landasan Nilai dalam Setiap Langkah
Qur'an
Menjadikan Al-Qur’an sebagai dasar pembelajaran dan pedoman hidup, membentuk generasi yang mampu membaca, menghafal, dan mengamalkannya dengan benar.
Akhlak
Menanamkan nilai adab, kejujuran, dan tanggung jawab untuk membentuk pribadi berkarakter Qur’ani dan berakhlak mulia.
Leadership
Mempersiapkan generasi penghafal Al-Qur’an yang percaya diri, disiplin, dan siap menjadi pemimpin masa depan.
Dalam Naungan Pesantren SahabatQu
Rumah Tahfidz bermula pada tahun 2009 di Deresan, didirikan oleh Bapak H. Jodi Broto Suseno bersama Ibu Hj. Siti Hariani dengan tujuan mencetak penghafal Al-Qur’an yang berkualitas dan berakhlak mulia.
Perjalanan berkembang dengan dibentuknya Badminton Tahfidz Club pada tahun 2011 yang kini dikenal sebagai Waroeng Badminton Academy, pendirian Rumah Tahfidz dewasa pada tahun 2012 yang kemudian bernama Rumah TahfidzQu, serta pembentukan Yayasan Rumah Tahfidz Indonesia pada Oktober 2014 yang menaungi sekaligus melahirkan unit pendidikan formal pertama KB/TK AnakQu.
Seiring bertambahnya santri, pada tahun 2015 didirikan SMP TahfidzQu dan diluncurkan program intensif tahfidz satu tahun, hingga pada tahun 2018 Rumah TahfidzQu beralih status menjadi Pondok Pesantren Shohibul Qur’an “SahabatQu”.
Mencetak Generasi Qurani Berjiwa Pemimpin
Ikhtiar Nyata Membangun Generasi Qurani


















Cerita Mereka yang Telah Belajar Bersama Kami
Mencari Jalan Bersama Al-Qur’an?
Rumah TahfidzQu adalah lembaga pembelajaran Al-Qur’an Mukim dan Non Mukim yang berfokus pada tahsin dan tahfizh, dengan pendampingan pengajar berkompeten, berlandaskan akhlak Qurani, serta menerapkan metode pembelajaran yang terstruktur dan adaptif.
Program terbuka untuk anak-anak, remaja, hingga dewasa, baik pemula yang belum lancar membaca Al-Qur’an maupun yang ingin meningkatkan bacaan dan hafalan.
Rumah TahfidzQu menyediakan dua sistem pembelajaran:
Mukim: santri tinggal di asrama dan mengikuti pembinaan Al-Qur’an, ibadah, dan akhlak secara intensif.
Non Mukim: santri tidak tinggal di asrama dan mengikuti pembelajaran sesuai jadwal yang ditentukan.
Mukim: pembelajaran lebih intensif, target hafalan lebih terstruktur, serta pembinaan adab dan kedisiplinan harian.
Non Mukim: lebih fleksibel, cocok bagi santri yang bersekolah atau bekerja.
Mari Bertumbuh Bersama Al-Qur’an
